Saturday, November 2, 2013

Memori Seri Costa

Seri Costa Hotel And Resort, Malacca, Malaysia

Puisi irama hati adalah lagu rindu 
Yang sering bertamu tanpa jemu

Seri Costa tempat bermula
Harum puspa mengharum jiwa
Semerbak cinta dan rasa
Yang datang entah dari mana
Entah mahu menuju ke mana

Waktu itu hari Rabu.
Gadis manis bertudung dan berkurung ungu
Senyum pertama menggoncang kalbu
Dan terhitunglah mimpi yang membunuh realiti
Dalam dunia nyata yang ada hanyalah syurga ilusi
Cinta pun bersemi dijantung kalbu

Hati terus berkata dan berkata 
Dengan bahasa yang tak bersuara
Dialah yang akan kujadikan ibu kepada zuriatku
Dialah yang akan kujadikan menantu kepada ayah ibu
Dialah yang akan kujadikan isteri dan teman hidupku
Dialah yang akan kupimpin ke syurga-Mu

Seri cinta, Seri Costa,
Terima kasih untuk rasa ini
Rasa cinta dengan tulus pada gadis yang manis
Indah dengan dengan segala madah yang tak tertulis 

Dan pula dari kemudian itu
Aku ingin mencintainya dengan sederhana
Biarlah rinduku bisu dengan cinta tanpa kata
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan

Jika mentari masih terbit esok hari
Pastilah disini bukan akhir cinta kita
Dalam istikharah hamba pasrah
Andai tertulis jodoh pertemuan kita
Sebagaimana di Lauh Mahfuz sana
Serahkan semua, dan tersenyumlah
Kerana Allah jua tempat berserah




Tuesday, June 11, 2013

Way of thinking is way of life...

Credit to ; - Tuan Radzali Ghani
                  - Mr. Mind Installer

Just to share the 'lesson' of the bank's robbery

Temasek Review


During a robbery in Guangzhou, China, the bank robber shouted to everyone in the bank: "Don't move. The money belongs to the State. Your life belongs to you."

Everyone in the bank laid down quietly. This is called "Mind Changing Concept” Changing the conventional way of thinking.

When a lady lay on the table provocatively, the robber shouted at her: "Please be civilized! This is a robbery and not a rape!"

This is called "Being Professional” Focus only on what you are trained to do!

When the bank robbers returned home, the younger robber (MBA-trained) told the older robber (who has only completed Year 6 in primary school): "Big brother, let's count how much we got."

The older robber rebutted and said: "You are very stupid. There is so much money it will take us a long time to count. Tonight, the TV news will tell us how much we robbed from the bank!"

This is called "Experience.” Nowadays, experience is more important than paper qualifications!

After the robbers had left, the bank manager told the bank supervisor to call the police quickly. But the supervisor said to him: "Wait! Let us take out $10 million from the bank for ourselves and add it to the $70 million that we have previously embezzled from the bank”.

This is called "Swim with the tide.” Converting an unfavorable situation to your advantage!

The supervisor says: "It will be good if there is a robbery every month."

This is called "Killing Boredom.” Personal Happiness is more important than your job.

The next day, the TV news reported that $100 million was taken from the bank. The robbers counted and counted and counted, but they could only count $20 million. The robbers were very angry and complained: "We risked our lives and only took $20 million. The bank manager took $80 million with a snap of his fingers. It looks like it is better to be educated than to be a thief!"

This is called "Knowledge is worth as much as gold!"

The bank manager was smiling and happy because his losses in the share market are now covered by this robbery.

This is called "Seizing the opportunity.” Daring to take risks!

So who are the real robbers here?

Saturday, May 4, 2013

Think of value.

Ini entri bukan kempen punya barang
Barang bukan sebarang barang

Ini kalilah.. Insyallah..  

he·ro
/ˈhi(ə)rō/

Noun
A person, typically a man, who is admired for courage or noble qualities
.




Thursday, November 15, 2012

It's your call

Salam..

Awal Bismillah kita mulakan... Selawat salam, buat Rasul junjungan. Hari ini kita berhijrah ke tahun yang baru dengan terpaksa. Antara nak dan taknak.

Pada ketika yang sama, ada saudara kita telah 'berhijrah' ke alam baru dengan penuh rela, redha dan ikhlasnya. Semata-mata kerana agama. Kemudian syahid dan pergi menghadap Tuhan-Nya, bergembira untuk selama-lamanya...

Apakah kita akan terus berdiam, sehingga batu mengangkat bicara?

It's your call, akhi wa ukhti....Wasalam..




Tuesday, October 23, 2012

Pipit...

Burung pipit kecilku
hapuslah rasa curigamu padaku
walau aku hanya menjadi persinggahan sesaat
tak akan ku tahan kau untuk diam ditempat

Terima kasihku untukmu burung pipit kecilku
Terbanglah bebas kemana kau akan pergi
Temukah teman yang akan menjadi kekasihmu
Kembalilah lagi ke tamanku suatu saat nanti

Ku akan mengobatimu kembali jika kau kembali tersakiti
terbang dan lupakanlah aku jika kau menemukan cinta sejati
biarkan ku disini untuk terus berharap dan menanti
karena ku sangat menyayangi dan mencintaimu tulus murni
dan tak akan terganti karena kau satu dihati.

Jum'at Kelabu
Kunanti dan menunggu
Kepersiapkan hati ini tuk ungkap perasaan ini
Debar jantung ini bermain dan menari

Satu, dua, tiga jam waktu berlalu
Kau yang kudampa tak kunjung berlalu
Ditempat yang telah kita sepakati tuk berjumpa
Pikiran ku semakin tak terduga

Akhirnya dari kejauhan kulihat dia
Dengan wajah hampa dia tiba
Mawar merah telah kupersiapkan tuk nya
Dan kami pun berbincang bersama

Dan tiba masa tuk ungkap rasa
Dengan hati yang semakin membahana
Kuungkap kan cinta ini kepadanya
Dengan berharap dia merasa

Dengan memandang wajahnya ku berharap
Tiba waktunya dia berucap
Dengan sabar mencerna makna
Ternyata cinta ku tak berbalas rasa

Oh tuhan hancur duniaku saat ini
Dengan tersenyum kuterima semua ini
Tapi aku bahagia aku telah mengeluarkan beban hati
Dan kan kucoba kembali tuk membuatnya memparcayai

Dan kuberkata padanya terima kasih untuk rasa ini
Walau cinta ku tak berbalas aku telah merasai
Jatuh cinta padamu yang dengan tulus
Tapi aku kan berjuang kembali dan suatu saat nanti
Pasti kau percaya akan cinta yang tulus suci

-Khalil Gibran-