Sunday, March 16, 2014




Puji dan puja pada Pemilik Semesta
Segenap petala langit dan segala petala bumi
Sujud tunduk pada kuasa yang Esa

Ya Ilahi, ku syukuri segala nikmat kau beri

Hari ini hujan turun lagi
Bumi kontang meneguk kurnia
Puncak Soga samar dalam selimut kabut
Rerumput dan pepohon kembali mandi

Arakian, telah kering rasa untuk menyusun kata
Mari lanjutkan sesi hibernasi

Semoga berjumpa lagi, ketika suria kembali.


Monday, January 13, 2014

Sajak untuk Emak

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang
Ku madahkan baris-baris teristimewa ini 
Karena rindu kasih dan cinta sayang untuk emak 


Emak, bonda ratu hatiku;

25 tahun dulu.
Dalam rahim kasihmu sembilan purnama
Kita bersama penuh bahagia
Emak bawa saya kemana-mana

Satu hari saatnya tiba
Sakit yang emak rasa
Perjuangan bersabung nyawa,
Antara airmata, darah dan peluh basah
Bak kata ayah; dalam susah payah, emak tak menyerah
dan Emak lahirkan permata hati yang pertama - saya

Anak emak menangis waktu itu
Tapi emak senyum gembira
Emak beri nama syurga pada saya
Kemudian emak jaga siang malam
Beri susu, mandi dan besarkan saya hingga dewasa

Emak, maafkan saya...
Dulu saya nakal dan tak dengar kata
Saya masih ingat emak marah saya
Emak pukul saya dengan rotan dan hanger
Saya nangis sepanjang hari tanpa henti...

Kemudian sebelum tidur, 
Emak datang dan bisik pada saya
"Emak marah awak, sebab emak sayang awak.."
"Emak nak anak mak jadi orang berguna."

Emak ajarkan saya iman dan taqwa
Emak didik tentang adab dan sopan
Bekalkan Qur'an untuk kehidupan
Kemudian emak pesan carilah syurga!

Sabar mendidik anakmu dengan doa restu,
Kasih sayang dan lembut cinta
Emak besarkan saya dengan apa adanya
Sebab emak kata kita bukan orang kaya
Cukuplah hidup sekadarnya saja
Jerih payah dan pengorbanan emak tak mengenal malas
Hanya Allah yang mampu balas

Saya doa hari-hari 
Saya minta sangat-sangat pada Allah
Dan saya akan lakukan tanpa jemu sampai akhir waktu
Sepertimana doa yang emak ajar pada saya
Ya Allah, Kasihanilah emak dan ayah 
Sebagaimana mereka mengasihani saya sejak kecil.

Emak, bidadari hati saya
Susah untuk mencari galang ganti dirimu
Emak kata dah teringin menimang cucu
Ingin melihat menantu, sebelum pergi pada Yang Satu

Emak jangan risau calonnya dah ada,
Dia si gadis manis berkurung ungu;
Manis macam kentang celup sundae yang cair
Tapi mungkin bukan sekarang, sebab saya belum bersedia
Saya serahkan istikharah dan tawakkal pada Maha Berkuasa
Emak, doakan yang terbaik untuk kami, dunia dan akhirat sana...

Kalau pun, seandainya tiada jodoh antara kami berdua
Emak carilah untuk saya
Baik pada emak, baik juga pada saya

Akhirul kalam,
Emak, insan paling mulia buat saya..
Di telapak kaki emak syurga saya...
Restukan saya mencapai cita-cita syahid dijalanNya
  
Tanpa emak saya bukan siapa-siapa
Saya janji akan sayang emak sampai bila-bila,
Sebab emak cinta pertama dan selamanya untuk saya
Sebab emak insan paling sempurna dan terbaik yang pernah saya ada
Emak, terima kasih untuk segala-galanya...

-Anakmu-




 
 





  



  





Friday, December 13, 2013

Hikayat Berkurung Ungu

Mulakan pula kenangan Rengit Coffee
Mari kita tinggalkan memori Seri Costa

Photo: Off day. Secawan cappuccino lepas hujan.

Dan sebagaimana aku katakan,
Dengarkan tuan suatu hikayat cinta
Mengarang daku dalam gundah gulana
Barangkali bahasaku kurang kena
Tuan betulkan dengan sempurna.

Sebelas.dua belas.tiga belas. Mula.

Sepetang ini kami di Rengit Coffee
Berteman secawan Cappucino panas
Dikala rintik hujan sederhana deras
Di hadapan gadis Melayu berkurung ungu.
Malu-malu dengan wajah yang ayu

Malu dalam seribu mahu
Simpuh dalam senyum
Kata hati, sendiri yang mengerti
Kata cinta, irama dalam jiwa

Wahai bidadari mimpi,
Izinkan aku berjanji dengan ikatan suci
Menemanimu di dunia penuh alpa
Memimpinmu ke jalan syurga
Menyayangimu sepenuh jiwa dan raga

Sayangku, gadis Melayu berkurung ungu
Antara cinta kita, ada Cinta Allah yang lebih tinggi
Antara rindu kita, rindu Allah dan Rasul lebih dulu
Maka, titipkan doa terbaik kita pada Maha Berkuasa.






Saturday, November 2, 2013

Memori Seri Costa

Seri Costa Hotel And Resort, Malacca, Malaysia

Puisi irama hati adalah lagu rindu 
Yang sering bertamu tanpa jemu

Seri Costa tempat bermula
Harum puspa mengharum jiwa
Semerbak cinta dan rasa
Yang datang entah dari mana
Entah mahu menuju ke mana

Waktu itu hari Rabu.
Gadis manis bertudung dan berkurung ungu
Senyum pertama menggoncang kalbu
Dan terhitunglah mimpi yang membunuh realiti
Dalam dunia nyata yang ada hanyalah syurga ilusi
Cinta pun bersemi dijantung kalbu

Hati terus berkata dan berkata 
Dengan bahasa yang tak bersuara
Dialah yang akan kujadikan ibu kepada zuriatku
Dialah yang akan kujadikan menantu kepada ayah ibu
Dialah yang akan kujadikan isteri dan teman hidupku
Dialah yang akan kupimpin ke syurga-Mu

Seri cinta, Seri Costa,
Terima kasih untuk rasa ini
Rasa cinta dengan tulus pada gadis yang manis
Indah dengan dengan segala madah yang tak tertulis 

Dan pula dari kemudian itu
Aku ingin mencintainya dengan sederhana
Biarlah rinduku bisu dengan cinta tanpa kata
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan

Jika mentari masih terbit esok hari
Pastilah disini bukan akhir cinta kita
Dalam istikharah hamba pasrah
Andai tertulis jodoh pertemuan kita
Sebagaimana di Lauh Mahfuz sana
Serahkan semua, dan tersenyumlah
Kerana Allah jua tempat berserah




Tuesday, June 11, 2013

Way of thinking is way of life...

Credit to ; - Tuan Radzali Ghani
                  - Mr. Mind Installer

Just to share the 'lesson' of the bank's robbery

Temasek Review


During a robbery in Guangzhou, China, the bank robber shouted to everyone in the bank: "Don't move. The money belongs to the State. Your life belongs to you."

Everyone in the bank laid down quietly. This is called "Mind Changing Concept” Changing the conventional way of thinking.

When a lady lay on the table provocatively, the robber shouted at her: "Please be civilized! This is a robbery and not a rape!"

This is called "Being Professional” Focus only on what you are trained to do!

When the bank robbers returned home, the younger robber (MBA-trained) told the older robber (who has only completed Year 6 in primary school): "Big brother, let's count how much we got."

The older robber rebutted and said: "You are very stupid. There is so much money it will take us a long time to count. Tonight, the TV news will tell us how much we robbed from the bank!"

This is called "Experience.” Nowadays, experience is more important than paper qualifications!

After the robbers had left, the bank manager told the bank supervisor to call the police quickly. But the supervisor said to him: "Wait! Let us take out $10 million from the bank for ourselves and add it to the $70 million that we have previously embezzled from the bank”.

This is called "Swim with the tide.” Converting an unfavorable situation to your advantage!

The supervisor says: "It will be good if there is a robbery every month."

This is called "Killing Boredom.” Personal Happiness is more important than your job.

The next day, the TV news reported that $100 million was taken from the bank. The robbers counted and counted and counted, but they could only count $20 million. The robbers were very angry and complained: "We risked our lives and only took $20 million. The bank manager took $80 million with a snap of his fingers. It looks like it is better to be educated than to be a thief!"

This is called "Knowledge is worth as much as gold!"

The bank manager was smiling and happy because his losses in the share market are now covered by this robbery.

This is called "Seizing the opportunity.” Daring to take risks!

So who are the real robbers here?

Saturday, May 4, 2013

Think of value.

Ini entri bukan kempen punya barang
Barang bukan sebarang barang

Ini kalilah.. Insyallah..  

he·ro
/ˈhi(ə)rō/

Noun
A person, typically a man, who is admired for courage or noble qualities
.




Thursday, November 15, 2012

It's your call

Salam..

Awal Bismillah kita mulakan... Selawat salam, buat Rasul junjungan. Hari ini kita berhijrah ke tahun yang baru dengan terpaksa. Antara nak dan taknak.

Pada ketika yang sama, ada saudara kita telah 'berhijrah' ke alam baru dengan penuh rela, redha dan ikhlasnya. Semata-mata kerana agama. Kemudian syahid dan pergi menghadap Tuhan-Nya, bergembira untuk selama-lamanya...

Apakah kita akan terus berdiam, sehingga batu mengangkat bicara?

It's your call, akhi wa ukhti....Wasalam..




Tuesday, October 23, 2012

Pipit...

Burung pipit kecilku
hapuslah rasa curigamu padaku
walau aku hanya menjadi persinggahan sesaat
tak akan ku tahan kau untuk diam ditempat

Terima kasihku untukmu burung pipit kecilku
Terbanglah bebas kemana kau akan pergi
Temukah teman yang akan menjadi kekasihmu
Kembalilah lagi ke tamanku suatu saat nanti

Ku akan mengobatimu kembali jika kau kembali tersakiti
terbang dan lupakanlah aku jika kau menemukan cinta sejati
biarkan ku disini untuk terus berharap dan menanti
karena ku sangat menyayangi dan mencintaimu tulus murni
dan tak akan terganti karena kau satu dihati.

Jum'at Kelabu
Kunanti dan menunggu
Kepersiapkan hati ini tuk ungkap perasaan ini
Debar jantung ini bermain dan menari

Satu, dua, tiga jam waktu berlalu
Kau yang kudampa tak kunjung berlalu
Ditempat yang telah kita sepakati tuk berjumpa
Pikiran ku semakin tak terduga

Akhirnya dari kejauhan kulihat dia
Dengan wajah hampa dia tiba
Mawar merah telah kupersiapkan tuk nya
Dan kami pun berbincang bersama

Dan tiba masa tuk ungkap rasa
Dengan hati yang semakin membahana
Kuungkap kan cinta ini kepadanya
Dengan berharap dia merasa

Dengan memandang wajahnya ku berharap
Tiba waktunya dia berucap
Dengan sabar mencerna makna
Ternyata cinta ku tak berbalas rasa

Oh tuhan hancur duniaku saat ini
Dengan tersenyum kuterima semua ini
Tapi aku bahagia aku telah mengeluarkan beban hati
Dan kan kucoba kembali tuk membuatnya memparcayai

Dan kuberkata padanya terima kasih untuk rasa ini
Walau cinta ku tak berbalas aku telah merasai
Jatuh cinta padamu yang dengan tulus
Tapi aku kan berjuang kembali dan suatu saat nanti
Pasti kau percaya akan cinta yang tulus suci

-Khalil Gibran-









Monday, August 20, 2012

Edisi Khas; Lebaran Diperantauan 1433H

Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!!
Allahu Akbar Wa Lillahilhamd...

Ramadhan yang manis itu pun berlalu, memunculkan pula Syawal yang baru. Berat rasa hati berpisah dengan Ramadhan yang dalamnya terkandung malam seribu bulan.  Entah dapat bersua lagi entahkan tidak. Takbir pula sahut-bersahut segenap maya. Membesarkan Rabbul Jalal dihening Syawal.
Buat kesekian kalinya harapan suci untuk beraya bersama mak ayah dan adik-beradik terpaksa dibuang jauh. Hati mana yang tak tergubris bila tak dapat cium tangan mak ayah pagi raya? Mintak ampun maaf, doa restu buat jalan hidup kita?Sedih. Sebak. Pasti sudah.   Syukurlah, ada teknologi telefon. Terubat juga rindu ini.
Diam-tak diam hanya tersisa sedikit lagi jalanan disini harus dilewati. Tidak mengapalah sudah tahun akhir aku di sini. Insyallah, the day I graduated from medicine is just around the corner. Aminnn                                    
Korban segala, usaha  dan terus usaha. Doa, dan terus berdoa…
Nasib badan, dapat posting kat Dept. Obgyn time-time ni . Al-hasil kena redha raya kat Makassar ni haaa. Baguslah, dapat cuti 3 hari kat Dept. Obgyn yg super duper busy ini… Hehe… 
Kawan-kawan semua balik kampung sudah. R33 pun sepi macam xde penghuni.Jadi, kali ini raya dengan junior batch 2012 yang baru je 2 minggu datang sini. Lagi kesian kat diorang. Haha..
Hakhak.. cukup untuk intro. Cam biasa, malas nak menaip panjang. Cerita  pakai gambar-gambar sudah. oOOpppps!!! Ada adengan 18 SG dalam entry ni. Sori, la eh. ______________________________________________________________________
Mari kita mulakan dengan Bismillah…
Start.
Petang raya. Semua student Malaysia kat sini kumpul-kumpul. Buat bulatan gembira mereka.Suai kenal junior-senior. Silaturrahim. Adalah sesi curhat dan nasihat-menasihati antara diorang ni. Pastu ada bagi-bagi tugas, taklimat program Sambutan Hari Raya dan sebagainya.



Selesai acara bulatan gembira. Mula la buat kerja. Yang lelaki dapat bakar lemang, perempuan masak-masak.

Apa yang penting? Kerjasama!!! Haha.


 
Sebelah malamnya, ada acara main mercun sementara nak tunggu lemang masak. Takde amek gambar bunga api. Camera lowbatt.  

Pagi raya.
Takbir sama-sama. Solat Sunat Eid dan Khutbah.


Selesai solat. Bermaaf-maafan. Macam abang dengan adik-adik gitu.
Makan-makan. Lemang, rendang ketupat, lodeh, kuah kacang... Macam-macam ada. Abes tu, amek gamba bersama-sama dengan batch yang tercinta. Muka sama tiap kali raya kat sini. Hakhak.


Selesai acara bergambar. Malas nak pergi photoshoot kat faculty sebab dah panas tahap gaban. Overexposure nanti jadinya. Memandangkan tahun ini xde invitation untuk mana2 open house, jadi kami telah melaksanakan aktiviti sendiri untuk menghilangkan kebosanan di hari raya.

Singkat cerita, 3 ekor kambing pun disembelih untuk dibuat santapan bersama. Ada junior tanya camni, "Bang, ni raya puasa ke raya Qurban eh?"... Haha, kitorang gelak ramai-ramai. 

Entah macam mana, tetiba seekor dari kambing-kambing itu telah didapati hamil. Usia kehamilan tidak dapat dipastikan kerana HPHT kambing tersebut adalah tidak jelas. Dari pemeriksaan fisik telah didapatkan TFU 3 jari dibawah processus xyphoideus... Leopold sangat  tidak membantu.  Haha, mulalah mencarut  mengarut ni. 

Confuse gak nak sembelih ke taknak. Then, discuss and consult ustaz-ustaz yang ada. At last, keputusan dibuat kambing  bunting tersebut disembelih.
 

 
Lepas sembelih semua, lapah dan bersihkan kulit kambing-kambing. Decision dibuat untuk mengeluarkan baby kambing tersebut dengan Low Transverse C- Section. Insisi abdominal wall, peritoneum, vesicouterine serosa, myometrium, dan fetal membrane.

 
Keluarlah cairan amnion yang banyak. Jernih tanpa mekonium.  Eksplorasi uterine cavity mencari fetal head dari kambing ini. Dapat, keluarkan. Potong umbilikus. Lahirkan placenta. Operasi selesai.

Alhamdulillah, ni la baby kambing tersebut. Belum viable untuk survive hidup. Kalau ikut kata ustaz, anak dalam kandungan binatang sembelihan halal dimakan kerana ia dikira mati kerana sembelihan yang dilakukan pada ibunya. Tapi kitorag tanam je baby kambing ni. Tak sanggup nak makan. Wallahu'alam.

Proceed bersih dan basuh kambing. Marinate dengan rempah ratus.

 

Acara dilanjutkan dengan memanggang kambing. Bila dah masak, rasanya sungguh sedap dan awesome. Huhu.


Cukuplah sudah untuk entry kali ni. Akhirul kalam, terima kasih buat semua yang telah sama-sama menjayakan program raya tahun ini. Korang memang best la... Buat adik-adik junior tersayang, beginilah cara hidup kami disini yang telah diwariskan sejak generasi pioneer kita disini dahulu. Marilah kita hidup dalam suatu komuniti yang sentiasa menjunjung tinggi martabat ukhuwah dan mahabbah. Moga-moga kita semua sentiasa mendapat rahmat dan hidayah Allah.

Di kesempatan ini, saya dan isteri atas nama peribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri 1433H... Buat yang menegenali diri ini, saya menyusun jari sepuluh mohon ampun maaf zahir dan batin atas salah silap tingkahlaku dan kata-kata yang tidak berkenan di hati...Saya juga mohon dihalalkan makan minum dan harta benda lainnya jika ada....Untuk makluman saya telah memaafkan dan menghalalkn bahagian anda2 semua, jadi jangan risaulah...

Sekian, wassalam..

Friday, July 27, 2012

Ramadhan Yang Manis



Alam itu cantik - gunung dan tasik;
Maya terlalu indah - laut dan mega.
Lapar dan dahaga yang mengiktibar
Cekal dan bersih suara mengajar:
Lapar kita dahaga yang menguji,
Dahaga kita lapar yang mengerti
Ketaqwaan penuh terhadap Illahi.
Puasa - musim manis, bahang menguji,
Angin yang santun ke pohon dakwah
Bergugus dan sihat buah ibadahnya.

Bulan menyimpan kebijaksanaan,
Musim indah di taman Ramadhan,
Menyerlahkan kemanusiaan luar biasa,
Menginsafi keagungan Maha Kuasa.
Daun yang gugur tanah yang rekah
Di atas sejadah harum iklimnya;
Surah yang jernih dan suara syahdu
Terhantar ke lidah dari damai qalbu,
Merubah derita ke bahagia diri,
Membimbing hidup yang diredhai.

Solat malam, zikir doa, tulus sedekah
Ibadah ummah, tangkai yang ketiga,
Mengagumi Allah Subhanahu Wa Taala.
Langit beradab, kelam dan cerah
Datang dan pulangnya iktibar berhemah.
Badik ketika murka, senyum sewaktu mesra,
Alam, insan khusyuk menyujud Illahi
Sekiblat dalam tautan kasih yang hakiki.
Lailatul qadar ia pada detik terpilih
Malam yang manis, indah dan jernih.

Pada malam sabar dan siang yang cekal
Ranum pohon hikmah sebagai bekal;
Gugus permata, kerlipnya paling mesra,
Merimbun bugar, daunnya meneduhi ummah.

-A. Samad Said-

Monday, June 18, 2012

ParangLoe Pictorial Report


Alhamdulillah, this Camping&PhotoHunting program accomplished with Adventure Scale 9.5/10. Everything done very well as planned and scheduled. Special thanks to all participants.
So, there we were and here is the report. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Date          : 16/ 06/ 2012
Location   :  Parang Loe Waterfall. (5°13'43"S   119°39'48"E)
                       District : Bili-bili
                       Regency : Gowa
                       Province: South Sulawesi
Landmark  : Bili-bili reservoir, Dinas Kehutanan,  Gowa-Malino Road axis KM 41.
                                         
Program Manager: Daus
Assistant Manager: Akmal Arief
Co-ordinator: N3 Sebastian
Contact Person : Azizan Ab
Navigator: Tengku Nur Shahril

Tentative :
06.00 am Assembly at R33
06.30 am Departure (R33-Parang Loe)
08.30 am Arrived at camp site/ Briefing and base camp setting                 
                    Usrah and Tazkirah by Ustaz Akmal
09.00 am Waterfall and butterfly Photohunting /Swimming
11.00 am Lunch preparation
12.30 pm Lunch and Zohor prayer
15.00 pm Buckle up for going home
18.00 pm Home 

Division of duties
Tent and barbeque facilities : N3 & Daus
Camera, lens, CPL, and tripod : Zizan, Adam & Daus
Food and beverages: Adam & Shah
Map and track navigator + GPS : Shah
Chef + Cleaning Service: Akmal
 
Okey, cukup sudah bagian pendahuluan yang formal. Mari kita lanjutkan dengan bagian laporan yang tidak formal. Haha. Rasa macam makin hancuss je Englishku...=( 
 
Pagi Sabtu yang cerah, kami berenam memulakan langkah. Dimulakan dengan doa Musafir, dan nawaitu suci untuk bermarhalah umpama Bocah Petualang yang gagah...Cewah!!!hakhak...

Ini first time kitorang nak pergi air terjun tersebut. Selama ni dengar-dengar dari orang jer. Macam-macam cerita. Tapi kebanyakannya kata BAHAYA.   

Lepas Subuh, kumpul2 semua... Siapkan barang2, ape yang patut. Janji 6 setengah nak gerak, pukul 7 gak baru jalan. Biase la kan?? Briefing, final check-up, doa, dan jalan pun diredah. 
Inilah track yg dilalui. Start: R33 - Perintis - Pertamina - Mtos - Adipura - Antang - Samata - Poros Malino - Empangan Bili-bili - Dinas Kehutanan - Parang Loe -  Dinas Kehutanan - Empangan Bili-bili - Poros Malino - Samata - Antang - Adipura - Mtos - Pertamina - Perintis - R33 : End. Total jarak perjalanan lebih kurang 92 km.

Special part : Dinas Kehutanan - Parang Loe -  Dinas Kehutanan. Track ni off road. Tanya2 orang kat situ sebelum masuk hutan, diorang cakap dekat je, dalam 2 kilo. Nah!!! Jalan punya jalan, tak sampai-sampai gak...Jalan batu-batu, lecak, semak samun dan curam... Tetiba tengah2 hutan tu ada rumah orang, disertai dengan bunyi lori tanah. Jumpa jalan raya pulak dah... Tuan punya rumah tengah hutan tu cakap kena patah balik dan nasihatkan berhati-hati sebab dah banyak orang mati kat air terjun tu...Aish...

Darah muda yang pantang menyerah. Kami tawakal dan kepada Allah kami berserah.


Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman
(Al Maidah: 23)


Jadi, Abang Shah selaku navigator pun buka map, on GPS  kat Samsung Note beliau. Yes, kena patah  balik sebab dah terlajak.  Dekat la sangat.  Ada la dalam lima kilo lagi. Mula-mula gagah pakai motor, lama-lama motor pun dah x larat sebab dah jauh sesat dalam hutan...haha... Kena la jalan kaki. Ilmu jungle tracking dipadu dengan semangat hiking kitorang pun sambung perjuangan. Kali ni lebih confident sebab refer GPS. Owh yeah!!! GPS ni sgt penting dalam hutan. Abang Akmal pun bagi score 9.5/10 untuk Adventure scale kali ni... haha

Dah berpeluh2 basah kuyup. Nasib baik jalan dalam hutan. Ada pokok-pokok. Redup dan teduh. Sangat tenang, damai dan tenteram. Berhenti rehat jap. 


Pastu sambung jalan lagi. Jam di tangan menunjukkan 10.30 pagi. Satu jam setengah behind the schedule. 


Sayup2 dengar bunyi air terjun..Gembira2...Tapi jalanan semakin mencabar. Makin curam dan terjal. alur turun setinggi 300 kaki, dengan sudut kecuraman 70 degree. 



Dan akhirnya, kami pun tiba di lokasi tujuan. Air terjun yang gah, tersergam begitu indah di tengah rimba belantara. Masyallah, segala puji bagi-Mu, Ya Allah.Maha Suci Tuhan yang menciptakan.


Letak barang-barang. Set BaseCamp; pasang khemah. Hidupkan api. 



Sambil rehat dan melepas lelah sementara tunggu arang jadi bara. Tazkirah hati berlangsung. Its not the mountain that you conquer, but its yourself. Semakin dekat kita dengan tujuan dan harapan kita, semakin banyak dugaan yang akan datang. Tiada jalan mudah untuk berjaya kerana kejayaan itu bukan tempat untuk dituju, ia adalah sebuah proses dan perjalanan yang panjang. Kita kena kuat dan tidak mudah menyerah kerana perjuangan kita tidak mudah. 

     "  Dan bahawasanya manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan(kepadanya)”
                      (An-Najm 53: 39-40)


Allah akan sentiasa bersama kita, selagi mana kita bersabar...

Disebabkan perut dah lapar acara dilanjutkan dengan sesi bakar-membakar. Ada nasi lemak, baked potato, sosej, sandwich, melon, ubi, ayam, dan ikan. Sangat sedap!!!!! Syukur, semua makanan just nice je masak. Takde yang hangus cam arang.


  
Abis makan, pegi berendam. Main2 air. Fuuyoooh!!! Best.  


Amek2 gamba pulak. Sangat cantik, indah sugguh ciptaan Allah.











Tibalah masa untuk berehat-rehat dalam khemah. Solat Zohor dan kemudian Ar-Rahman pun dijamah. Berulang-ulang ayat sama dibaca yang mana Allah bertanya melalui kalam Qur'an.


"  Maka, nikmat Tuhan yang manakah kamu dustakan?" 
(Ar-Rahman : 13)

Hati ini menjawab perlahan; mana mungkin akan aku dustakan nikmat-nikmatMu, Tuhan.

15.30 pm. Niat hati taknak balik. Tapi apakan daya, Abang Shah dengan N3 Sabestian kena standby kat hospital malam ni. Haha, dengan berat hati, packing barang-barang. Kutip sampah-sampah. Dah bersih-bersih tempat semua, amek gamba for the last time.


Okey, jalan nak balik lapan kali lebih mencabar. Kalau masa datang tadi kena turun. sekarang kena naik. Panjat tebing. Really hiking. Pancit. Memang mantaplah. Dengan air minum semua dah habis. Dengan rasa haus dan dahaga yang amat, teringatlah pula ayat Al-Qur'an ini;

 

Tentulah jawapannya Allah. Pap!!! Direct je Allah bagi pengajaran. Sangat dalam, menusuk langsung ke jantung hati. Buang jauh riak, sombong, dan takabbur dari hati. Ayat-ayat dari Ar- Rahman tadi pula menyusul pantas.  


"  Maka, nikmat Tuhan yang manakah kamu dustakan?" 
(Ar-Rahman : 13)

Kali ni lebih keras. Menghentak ego dan keakuan. Rasa macam kena lanyak. Tak terbayang macam manalah agaknya Rasullah S.A.W dengan Saidina Abu Bakar dulu hijrah dari  Mekah ke Madinah dengan panas terik, padang pasir kering kontang. Saidina Husain  pula mengembara dari Madinah sampai ke Karbala untuk tegakkan kebenaran. Sahabat-sahabat yang berjuang kat medan perang sampai syahid. Dan Salahuddin Al-Ayubi berapa jauh punya jalan nak takluk Constatinople. Padanlah iman mereka tinggi nilainya tak sebanding dengan kita-kita. Baru susah sikit dah mengeluh. Allahu Akbar!!! 

Sungguh Allah maha hebat!!! Sedar, insaf. Diri hanyalah Hamba. Lemah dan tak berdaya. Aku syukuri nikmat-nikmat yang diberi, dulu kini dan nanti. Ibrah dari tadabbur alam yang menggoncang jiwa raga.
 
Perjalanan harus diteruskan, dan akhirnya dengan penat lelah tak terkata berakhirlah sudah pengembaraan kali ini. Semua selamat dan berjalan sesuai perancangan walaupun ada yang kurang. Biasalah, tiada perancangan manusia yang jalannya sempurna kerana sebaik-baik perancang dan penentu adalah Allah. 

"  Dan mereka merancang, Allah juga merancang. Maka, sebaik-baik perancang adalah Allah"
(Al-Imran : 54)


Happy to be with you guys; Muhammad AkmalN3 Sabestian, Azizan Ab, Adam Azizi, Tengku Shahril. Jazakallahulakuma  khairan kasira...

Akhirul kalam, hepi-hepi jugak. Tapi Allah jangan dilupa. Wasalam...=)